Patentmerk.Com "memberi BUKTI bukan JANJI" Hub : 022-7536433

Viread "Terganjal" Viraat

Pendaftaran merek di Indonesia kembali menuai kisruh. Hanya saja, bila biasanya antara perusahaan dengan merek lain, namun kali ini perusahaan dengan Komisi Banding Merek. Perusahaan yang bersengketa itu adalah Gilead Sciences Inc, sebuah perusahaan farmasi asal Amerika. Saat ini perkara itu sudah memasuki tahap pembuktian.

Proses kisruh itu pun terbilang panjang. Sengketa Gilead versus Komisi Banding merek berawal dari penolakan pendaftaran merek obat Viread oleh Direktorat Merek Ditjen Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Obat untuk mengobati virus HIV itu didaftarkan untuk melindungi kelas 5 berupa sediaan-sediaan farmasi untuk pengobatan penyakit menular. Pendaftaran merek Viread sudah diajukan pada 3 Maret 2004.Namun, setelah lima tahun lebih menunggu, Giread mendapat kabar dari Direktorat Merek mengenai menolak pendaftaran merek Viread. Pasalnya, merek Viread dinilai dianggap mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan merek Viraat. Si pemilik merek Viraat adalah CV Abadi Jaya yang sudah mendaftar lebih dulu pada 8 Januari 2004. Merek Viraat terdaftar sama di kelas 5.

Perusahaan asal Amerika itu tak tinggal diam. Dua bulan pascapenolakan, tepatnya 8 Mei 2009, Gilead Science Inc mengajukan permohonan banding ke Komisi Banding. Hasilnya, Komisi Banding menilai merek Viread memiliki persamaan unsur merek berupa kata dan bunyi dengan merek Viraat.Kuasa hukum Gilead dari Amroos Partner menilai, Komisi Banding keliru dalam menafsirkan pengertian persamaan pada pokoknya sesuai Pasal 6 ayat (1) huruf a UU No. 15 Tahun 2001 tentang Merek. Penjelasan pasal itu mendefinisikan persamaan pada pokoknya sebagai kemiripan yang disebabkan oleh adanya unsur-unsur yang menonjol antara merek yang satu dengan merek yg lain. Kemiripan itu dapat menimbulkan kesan adanya persamaan baik bentuk, cara penempatan, cara penulisan, atau kombinasi antara unsur-unsur atau persamaan bunyi ucapan yang terdapat dalam merek tersebut

Menurut kuasa hukum Gilead, merek Viread dan Viraat tidak mirip. Jika dibandingkan tidak menimbulkan kesan persamaan baik mengenai bentuk, cara penulisan, kombinasi, maupun bunyi ucapan. Konsumen Gilead dokter dan apoteker tidak akan keliru. Apalagi penjualan obat Viread harus melalui resep dokter.Di lain pihak, Ditjen HKI secara berdampingan telah menerima pendaftaran merek di kelas 5 dengan jenis serupa, antara lain Polytar berdampingan dengan Polystar, Biolyn dengan Biolysin, Vita-chol dengan Vitacal.Ditambah lagi, sebelum merek Viraat terdaftar di Indonesia, Gilead telah mendaftarkan dan menggunakan merek Viread sejak 25 Juni 2002 dalam perdagangan di beberapa negara.

Dari dokumen jawaban, Komisi Banding tetap menolak pendaftaran merek Viread. Alasannya, jika dibandingkan antara Viread dan Viraat maka terdapat kesamaan unsur kata dan bunyi ucapan. Penolakan sesuai Pasal 6 ayat (1) huruf a.Untuk menilai adanya persamaan pada pokoknya harus diperhatikan apakah barang itu sejenis atau tidak dengan merek yang terdaftar lebih dulu di Daftar Umum Merek.Merujuk hal itu, Komisi Banding menolak perdaf-taran Viread lantaran karena mempunyai persamaan pada merek Viraat yang terdaftar lebih dulu untuk kelas barang lima, mcua

Thu, 8 Apr 2010 @11:55


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 1+4+6

Copyright © 2017 Cipta Paten Merek Indonesia · All Rights Reserved